Press "Enter" to skip to content

Keluarga Korban Tenggelam eks Galian, Diberi Santunan Oleh Perum Perhutani Purwakarta

Purwakarta,BeritaPurwasuka – Korban meninggal akibat tenggelam di kubangan eks galian pasir di lahan petak 18 KRPH Perhutani Sadang, Pagi tadi pihak Perum Perhutani Purwakarta memberikan santunan sembako kepada pihak keluarga

“Kami keluarga besar perhutani turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi, kaami juga memberikan santunan dan sembako untuk keluarga korban yang tinggalkan,” Ungkap Arsis Administatur perhutani (25/6/2020)

Atas kejadian tersebut, pihak perhutani kemudian melakukan pemagaran di lokasi tempat terjadinya korban tenggelam. Selain itu juga di pasang plang peringatan yang baru, karena plang yang lama tulisannya sudah kurang jelas.

“Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu, cukup kejadian kali ini saja. Kita juga akan memperbanyak plang peringatan, agar masyarakat tidak memasuki area tersebut,” tutup Arsis.

Pemberian santunan yang diberikan oleh pihak perum perhutani Purwakarta, merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggungjawab moral dari pimpinan perhutani Purwakarta. Walaupun Adm perum perhutani yang saat ini baru saja menjabat di Purwakarta, dirinya tetap memberikan perhatian terhadap masaalh tersebut.

Untuk diketahui ,dua orang bocah usia pelajar kemarin ditemukan meninggal dunia di lahan perhutani akibat tenggelam. Kubangan air yang terbentuk bekas tambang galian pasir tersebut sudah lama ada, dari informasi warga sekitar awal penambangan terjadi pada tahun 1997 an. Keemudian berakhir antara tahun 2003-2004.

“Awalnya dulu bekas galian itu akan di reklamasi (di tutup) , namun para masyarakat yang bertani keberatan. Katena air yang ada di kubangan itu digunakan untuk mengairi lahan pertanian, baik itu tanaman kholtikultura maupun untuk pengairan sawah yang hingga ke wilayah campaka. Hingga hari ini air dari bekas galian itu tetap dipakai oleh para petani,” ujar Abah Uned, salah seorang warga yang memanfaatkan air untuk mengairi sawahnya. (red/reg)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *